Home Nasional Parah Desa Tapos Tigaraksa Susah Dapatkan Air bersih Sejak Lama
Nasional

Parah Desa Tapos Tigaraksa Susah Dapatkan Air bersih Sejak Lama

Share
Share

TANGERANG — Perumdam Kabupaten Tangerang untuk memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat belum memuaskan, karena ada beberapa wilayah yang jarang mendapatkan air untuk kebutuhan hidup mereka.

Sobirin  (35) mengatakan terkait Masalah kekurangan air masih yang terus berlanjut di Tigaraksa. Diakuinya pria asal kampung Rancasadang RT 17/06 Desa Tapos, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang kekurangan air masalah  air sudah terjadi sejak April 2025 tahun lalu.

“beberapa wilayah seperti Kecamatan Tigaraksa mengalami keluhan air jarang mengalir atau hanya mengalir di jam-jam tertentu,” ungkapnya kepada media, Rabu (4/2/2016).

Menurutnya dari laporkan desa penyebabnya karena ada  kebocoran pipa dan perluasan jaringan yang belum optimal. Meskipun ada upaya perbaikan pada jalur tertentu, masalah ini belum sepenuhnya teratasi dan berpotensi masih terjadi lama.

“Keluhan air ini sudah berjalan pada bulan April 2015, namun hingga saat ini warga sini masih susah mendapatkan air” tuturnya.

Sementara warga lain Aput (48) mengatakan selain keluhan susah air, ketidakpuasan Warga Akibat Kenaikan Tarif air. Tarif air dinaikkan m Juni 2025 lalu sesuai Perbup Nomor 10 Tahun 2025, namun pelayanan tidak sejalan dengan kenaikan tersebut.

“Warga mengeluhkan biaya yang semakin tinggi namun pasokan air tidak membaik,” tegas Aput.

“Untuk itu, kami warga meminta perumdam Kabupaten Tangerang memerhatikan wilayah kami yang susah mendapatkan air,” tambahnya.

Sulitnya air ini Warga terpaksa antre air bersih, kesulitan mandi/masak, bahkan harus berjalan jauh mencari sumber air. Kesulitan air rela dirasakan warga kampung rancak sadang Desa Tapos  sampai berbulan bulan.

“Padahal anggaran sudah di cairkan, tapi kami masih kesulitan air. Ini membuat kinerja perumdam tido beres dan perlu di evaluasi l,” pungkasnya

Sementara menurut informasi bahwa
anggaran APBD 2026 telah disahkan dengan total belanja sebesar Rp8,62 triliun, namun belum ada informasi rinci mengenai alokasi anggaran khusus untuk perbaikan sistem PDAM.

Pengesahan APBD yang tanpa kuorum juga menimbulkan pertanyaan tentang keabsahan dan implementasi anggaran. Apalagi pembangunan Infrastruktur Terkait Air:

Apalagi Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana membangun tiga unit pompa pengendali banjir tambahan pada tahun 2026 di Kecamatan Kelapa Dua, serta kolam retensi Aryana.

Meskipun ini fokus pada penanganan banjir, hal ini dapat berdampak pada manajemen sumber daya air secara keseluruhan yang berpotensi mendukung operasional PDAM.

Namun kenyataan masih banyak warga terutama di wilayah Tigaraksa yang masih kesulitan mendapatkan air. Hal ini harus perlu dipertanyakan, apalagi terkait Perumdam sangat perlu di duga banyak korupsi.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Kemenkes

Mabes Polri

Seputar Polda

Update Pemkot